a. Proses
Akomodasi
Dengan terbentuknya segmen bawah
rahim, maka pada akhir kehamilan bentuk uterus menjadi lonjong dengan ukuran
atas bawah lebih panjang dibanding dengan ukuran melindang dan fundus uteri
lebih lebar disbanding dengan bagian bawah uterus. Sampai kehamilan kira-kira
32 minggu kavum amnii relatif lebih besar dan air ketuban relative lebih banyak
dibanding dengan besarnya janin sehingga dinding uterus tidak mendekati janin.
Selanjutnya kerena air ketuban mulai
berkurang pada akhir kehamilan sehingga air ketuban relatif sedikit maka dinding
uterus mendekati badan janin. Bentuk uterus yang lonjong dan bagian atas yang
lebih luas akan mempengaruhi kedudukan janin untuk mengakomodasikan diri dengan
bentuk uterus, sehingga ukuran memanjang janin akan menempati ukuran memanjang
uterus, karena bokong dan tungkai bawah lebih besar ukurannya dibanding dengan
kepala akan menempati bagian yang luas yaitu di fundus uteri, sehingga
presentasi kepala merupakan frekuensi terbanyak dibandingkan dengan presentasi
lainnya.
Proses akomodasi tergantung pada
banyaknya air ketuban sehingga kalau air ketuban banyak maka gerakan janin
sangat leluasa, dan sebaliknya bila air ketubannya sedikit akan menyulitkan
gerakan janin.
b. Sikap
(habitus/attitude)
Hubungan
bagian-bagian janin yang satu dengan bagian janin yang lain, biasanya terhadap
tulang punggungnya.
Sikap
janin yang fisiologis adalah dalam keadaan kifose sehingga punggung menjadi
konveks, kepala dalam sikap hiperfleksi dengan dagu dekat dengan dada, lengan
bersilang di depan dada dan tali pusat terletak di antara ekstermitas dan
tungkai terlipat pada lipat paha dan lutut yang rapat pada badan.
Sikap
fisiologis ini menghasilkan sikap fleksi. Sikap ini terjadi karena pertumbuhan
janin dan proses akomodasi terhadap kavum uteri.
Jika
dagu menjauhi dada sehingga kepala akan menegadah dantulang punggung mengadakan
lordose, maka sikap ini akan menghasilkan sikap defleksi.
c. Letak
(situs)
Hubungan
antara sumbu panjang janin dengan sumbu panjang ibu, misalnya situs memanjang
atau membujur adalah sumbu panjang janin sesuai dengan sumbu panjang ibu, dapat
pada letak kepala atau letak bokong, situs melintang adalah sumbu panjang janin
melintang terhadap sumbu panjang ibu, situs miring adalah sumbu panjang janin
miring terhadap panjang ibu.
Frekuensi
situs memanjang 99,6% (96% letak kepala, 3,6 letak bokong) dan 0,4% letak
lintang atau miring.
d. Presentasi
Dipakai
untuk menentukan bagian janin yang terbawah dan tiap presentasi terhadap 2
macam posisi yaitu kadan dan kiri dan tiap posisi terhadap 3 macam variasi
yaitu depan, lintang, dan belakang (kiridepan, kiri lintang dan kiri belakang,
kanan depan, kanan lintang, dan kanan belakang).
e. Macam-macam
Posisi
1.
Posisi pada presentasi belakang kepala dengan penunjuk ubun-ubun kecil
2.
Posisi pada presentasi muka dengan penunjuk dagu atau mentum
3.
Posisi pada presentasi bokong dengan penunjuk sacrum
DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo,
Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Minior VK, Divon MY. Fetal Growth restriction at term.
Myth or reality? Obstet Gynecol 1998; 92:57






0 komentar:
Posting Komentar